IBU BAPA ALPA, ANAK CELAKA, GURU JADI MANGSA

Ini merupakan surat terbuka khas untuk ibu bapa diluar sana. Khusus kepada ibu bapa yang menghantar anak anak mereka ke sekolah untuk di didik oleh kami yang bernama Guru.

Rentetan isu cikgu Azizan yang telah dihukum oleh ibu bapa kerana menjalankan tugasan sebagai manusia biasa dan guru yang mendidik.

Kami guru guru adalah manusia, tidak lari dengan emosi. Tapi jangan asyik menunding jari kepada guru sahaja. Ibu bapa wajib cermin muka kalian juga.

Ini sebuah warkah untuk IBU BAPA yang ada anak anak di sekolah

Wahai ibu bapa,
Sedarlah, didikan awal dari rumah. Baik buruk mereka di sekolah semuanya berasal dari rumah kalian. Kalian yang mencorakkan menjadi YAHUDI atau NASRANI.

Wahai ibu bapa,
Sekolah bukan tempat untuk transit. Ketika kalian pergi mencari rezeki dan bekerja. Sekolah bukan tempat kalian melepaskan beban sementara. Kami guru guru bukan penjaga anak anak kalian.

Wahai ibu bapa,
Sedarlah kami guru guru mendidik anak kalian. Ada ketika didikan kami ini merupakan amanah yang kalian sendiri tidak lakukan dan tidak buat di rumah. Maka kami yang memenuhi ruang itu.

Wahai ibu bapa,
Perangai anak kalian cerminan kalian di rumah. Kalian berkata kasar, anak kalian turut kasar dengan kami. Kalian kurang ajar dengan kami percayalah suatu hari nanti anak kalian akan celakakan kalian.

Wahai ibu bapa,
Kami guru bukan sekadar mengajar. Kami mendidik dan mengajar sepenuh jiwa. Agar anak kalian boleh membaca, mengira dan mengeja. Sedangkan kalian ada di antara hanya pandai cari makan penuhkan perut mereka. Bukankah sama seperti bela lembu sahaja ?

Wahai ibu bapa,
Tahukah di sekolah anak kalian tiada adabnya ? Tahukah kalian anak anak ini sudah menonton video lucah. Sehingga ada yang pandai praktikkannya. Walaupun baru darjah tiga ? Tahukah kalian anak kalian ada yang merokok dan hisap gam dan dadah ? Ini semua yang kami hadap dan bantu agar mereka tidak tersilap langkah

Wahai ibu bapa,
Ketika anak kalian tersalah langkah. Kami tegur seperti anak anak kami juga. Kadang ketika kami hilang sabar dan emosi. Terlepas rotan dan denda. Tiada niat lain selain mengajar agar tidak bertingkah CELAKA.

Wahai ibu bapa,
Kami guru guru tidak minta pangkat, harta dan pujian semata. Cukup sekadar ungkapan terima kasih dan hormat sahaja.

Cukup
Cukup
Cukup

Kalian ibu bapa hargai kami dengan terima kasih dan doa

 

MOHD FADHLI BIN OTHMAN

GURU PENDIDIKAN ISLAM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s